Paradoks Efisiensi Input: Dominansi Biaya Tenaga Kerja dan Profitabilitas Usahatani Jagung di Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.31943/agriwiralodra.v18i01.183Keywords:
Corn Farming Income; Financial Feasibility; Labor Costs; Multiple Linear Regression; Production Factors; R/C RatioAbstract
ABSTRACT
Maize (Zea mays L.) is a globally strategic commodity and a critical source of income for millions of smallholder farmers in Indonesia, yet persistent income gaps reflect inefficiencies in production factor utilization. This study aims to: (1) analyze the factors partially and simultaneously affecting net corn farm income in Bukit Aren Village, Pulubala District, Gorontalo Regency; and (2) assess the income level and financial feasibility of corn farming in the study area. A quantitative approach with Ordinary Least Squares (OLS) multiple linear regression was applied to 42 respondents selected proportionally from 35 farmer groups using the Slovin formula (margin of error = 15%). Complete classical assumption tests normality (Kolmogorov-Smirnov), heteroscedasticity (Scatterplot), autocorrelation (Durbin-Watson), and multicollinearity (VIF) were conducted to validate the OLS estimators. Financial feasibility was assessed using the Revenue-to-Cost (R/C) ratio. Results show that simultaneously, production volume, labor costs, fertilizer costs, and pesticide costs significantly affect net income (F = 14.828; p = 0.000). Partially, only labor costs exhibit a significant positive effect (β = 0.472; p = 0.000), while production volume (p = 0.717), fertilizer costs (p = 0.339), and pesticide costs (p = 0.477) were not significant. The coefficient of determination (R² = 0.616) indicates that 61.6% of income variation is explained by the model. The R/C ratio of 6.7 confirms highly profitable farming, with average productivity of 9.57 tons/ha far exceeding the national average of 5.5–5.7 tons/ha. These findings underscore labor force optimization through mechanization and site-specific balanced fertilization as priority interventions for improving smallholder welfare in Pulubala District
Keywords: Corn Farming Income; Financial Feasibility; Labor Costs; Multiple Linear Regression; Production Factors; R/C Ratio
ABSTRAK
Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas strategis di tingkat global dan nasional serta sumber pendapatan bagi jutaan petani skala kecil di Indonesia, namun kesenjangan pendapatan yang persisten mencerminkan inefisiensi dalam penggunaan faktor produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap pendapatan bersih usahatani jagung di Desa Bukit Aren, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo; dan (2) menilai tingkat pendapatan serta kelayakan finansial usahatani jagung di wilayah tersebut. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda Ordinary Least Squares (OLS) diterapkan pada 42 responden yang dipilih secara proporsional dari 35 kelompok tani menggunakan rumus Slovin (margin of error = 15%). Uji asumsi klasik lengkap normalitas (Kolmogorov-Smirnov), heteroskedastisitas (Scatterplot), autokorelasi (Durbin-Watson), dan multikolinearitas (VIF) dilakukan untuk memvalidasi estimator OLS. Kelayakan finansial dinilai menggunakan rasio Revenue-to-Cost (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, jumlah produksi, biaya tenaga kerja, biaya pupuk, dan biaya pestisida berpengaruh signifikan terhadap pendapatan bersih (F = 14,828; p = 0,000). Secara parsial, hanya biaya tenaga kerja yang menunjukkan pengaruh signifikan positif (β = 0,472; p = 0,000), sedangkan jumlah produksi (p = 0,717), biaya pupuk (p = 0,339), dan biaya pestisida (p = 0,477) tidak signifikan. Koefisien determinasi (R² = 0,616) mengindikasikan bahwa 61,6% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model. Nilai R/C ratio sebesar 6,7 mengonfirmasi usahatani yang sangat menguntungkan, dengan produktivitas rata-rata 9,57 ton/ha yang jauh melampaui rata-rata nasional 5,5–5,7 ton/ha. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi tenaga kerja melalui mekanisasi dan pemupukan berimbang berbasis lokasi spesifik merupakan intervensi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan petani skala kecil di Kecamatan Pulubala.
Kata Kunci: Biaya Tenaga Kerja; Faktor Produksi; Kelayakan Finansial; Pendapatan Usahatani Jagung; R/C Ratio; Regresi Linear Berganda







