Analisis Pendapatan dan Risiko Produksi Usahatani Rumput Laut Eucheuma cottonii di Desa Lontar Kabupaten Serang
DOI:
https://doi.org/10.31943/agriwiralodra.v18i2.190Abstract
Abstrak
Budidaya rumput laut Eucheuma cottonii di wilayah pesisir menyimpan nilai ekonomi yang tidak kecil, namun kenyataan di lapangan tidak selalu seindah potensinya. Ketidakpastian produksi menjadi tekanan nyata yang dirasakan pembudidaya dari musim ke musim, dan Desa Lontar, Kabupaten Serang, bukan pengecualian. Penelitian ini menganalisis pendapatan usahatani Eucheuma cottonii sekaligus mengidentifikasi dan mengukur risiko produksi yang dihadapi pembudidaya di lokasi tersebut. Pendekatan yang digunakan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner, data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta instansi terkait. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling, mendapatkan 63 petani rumput laut. Teknik analisis data : analisis pendapatan dan analisis risiko yang terdiri atas rata-rata, varians, simpangan baku, koefisien variasi, dan batas bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani rumput laut Eucheuma cottonii memberikan sebesar Rp764.767 per 1.429 m² setara dengan Rp493.560 per 1.000 m² per musim tanam. Risiko produksi tergolong tinggi dengan koefisien variasi 0,506 (KV ≥ 0,5), tertinggi risiko kualitas bibit (kategori sangat tinggi skor 80,952), kemudian risiko cuaca (kategori tinggi skor 77,302), arus dan gelombang (kategori tinggi skor 77,079), serangan hama dan penyakit (kategori tinggi skor 75,635) lalu pencemaran perairan (kategori tinggi skor 70,730).
Kata Kunci: Eucheuma cottonii, pendapatan usahatani, risiko produksi, koefisien variasi






