Integrasi Pasar Spasial Minyak Goreng pada Berbagai Tingkatan Pasar di Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.31943/agriwiralodra.v18i2.203Keywords:
ARDL, Integrasi pasar, minyak goreng, Sumatera Barat, transmisi hargaAbstract
Minyak goreng merupakan salah satu dari sembilan bahan pangan pokok yang berperan penting dalam pangan nasional. Harga minyak goreng yang berfluktuasi menimbulkan ketidakstabilan di tengah angka konsumsi yang selalu meningkat setiap tahun. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis transmisi harga dan integrasi pasar minyak goreng (minyak goreng curah, minyak goreng bermerek 1, dan minyak goreng bermerek 2) secara parsial pada tiga tingkatan pasar (produsen, pedagang besar, dan pasar tradisional) di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder harian dari PIHPS periode 1 Januari 2022 hingga 8 Juni 2026, yang dianalisis menggunakan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam hubungan transmisi harga yang diuji, hanya dua yang memiliki kointegrasi signifikan dalam jangka panjang, yaitu harga minyak goreng curah antara pedagang besar dan pasar tradisional, serta harga minyak goreng bermerek 1 antara tingkat produsen dan pedagang besar, sementara empat hubungan lainnya tidak memiliki kointegrasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa hukum satu harga belum sepenuhnya berlaku pada pasar minyak goreng di Sumatera Barat, terutama pada jalur hulu (produsen–pedagang besar), yang mencerminkan lemahnya posisi tawar produsen dalam rantai distribusi. Penelitian ini merekomendasikan intervensi kebijakan yang lebih terarah pada penguatan kelembagaan produsen dan transparansi harga agar kebijakan stabilisasi harga dapat efektif hingga ke tingkat hulu






