Analisis Dampak Diversifikasi Pertanian Terhadap Kesejahteraan Petani
DOI:
https://doi.org/10.31943/agriwiralodra.v18i01.174Keywords:
diversifikasi pertanian, kesejahteraan petani, Indeks Herfindhal, Nilai Tukar PetaniAbstract
Kesejahteraan petani masih menjadi persoalan penting di Indonesia, terutama bagi petani kecil yang bergantung pada sistem monokultur. Ketergantungan ini meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi harga, perubahan iklim, dan kegagalan panen, yang berdampak pada ketidakstabilan pendapatan. Menanggapi hal tersebut, Kelompok Tani Jabon Adiasa Mandiri di Kota Serang, Provinsi Banten, menerapkan diversifikasi pertanian dengan menanam padi, jagung, dan semangka untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk diversifikasi, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kesejahteraan petani. Pendekatan mixed-method digunakan dengan melibatkan 30 responden melalui survei, wawancara, dan observasi lapangan. Regresi logistik digunakan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keberhasilan diversifikasi, sedangkan regresi linier sederhana digunakan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap kesejahteraan yang diukur dengan Nilai Tukar Petani (NTP). Hasil menunjukkan bahwa diversifikasi memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan monokultur. Tingkat pendidikan, jumlah komoditas, dan keuntungan produksi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan diversifikasi. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi pertanian merupakan strategi potensial untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan perlu didukung melalui pelatihan, fasilitas, dan akses pasar.







